fbpx
f

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore. Excepteur sint lorem cupidatat.

You may like:

Dissat seorang guru melibatkan peserta didik, mengembangkan kemampuan dan pemahaman, dan memperkuat identitas siswa, maka kita bisa menyebutnya sebagai "Guru Transformasional" --- profesional yang mengantar siswa dengan Sikap Disiplin Seorang Master sehingga anak-anak bisa melihat dunia dalam stereoscope. Tapi bagaimana mereka mempersiapkan? Apakah mereka hanya muncul dalam kelas dan secara spontan membuka hambatan secara mengagumkan? Tentu saja tidak. Di belakang layar, guru transformasional bekerja berdasar rencana kurikulum yang terlihat

Generasi Z, Generasi Internet, ini adalah beberapa nama-nama yang digunakan untuk menggambarkan anak yang lahir antara tahun 1990-2010. Mereka tumbuh dengan komputer dan internet, serta mereka nyaman dengan semua jenis teknologi. Kebanyakan dari mereka menjalankan kehidupan sosial melalui Gadget dan media sosial, serta menghabiskan lebih banyak waktu menonton YouTube dibanding chanel televisi. Generasi tertua dari Gen Z saat ini sudah berada

Potensi Kecerdasan Pada Manusia Dalam kurun waktu yang cukup lama, kita terjebak pada asumsi bahwa manusia hanya memiliki kecerdasan tunggal. Kapasitas kemampuan manusia dalam berfikir diidentikkan dengan kemampuan intelegensi atau lebih dikenal dengan IQ (intelegence Quotient). Orang yang memiliki kemampuan IQ diatas 120 dianggap mampu menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi, begitu pula sebaliknya orang yang memiliki kecerdasan di bawah 90

Selama beberapa tahun terakhir kita semua pernah melihat tren sekolah meminggirkan pendidikan seni dari kurikulum mereka. Musik, Lukis, Teater, dan banyak lagi. Tidak ada keraguan bahwa seni adalah hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Melihat mereka mulai mencelup kuas ke cat dan membuat gambar yang indah lalu mamajangnya dirumah adalah hal yang mengagumkan. Melalukan kegiatan dengan permainan adalah menggembirakan. Namun ternyata seni

kali ini eduaksi membagikan buku gratis "SINEMATOGRAFI PELAJAR". Menemukan titik awal terbaik dalam buku ini bagi Guru. Buku ini dirancang untuk pembaca yang baru mengenal dasar produksi. Guru akan mendapatkan sebagian besar kandungan buku ini jika sudah terbiasa dengan kemampuan Produksi Film. Mempelajari Pembuatan Film bagi Sekolah yang tidak memiliki Jurusan Khusus Sinematografi sepertinya dapat membuat kesulitan bagi siswa, dan bahkan mungkin guru.

Nilai bagus tidak lagi hanya bisa didapatkan oleh kutu buku. Jika kamu tidak serius belajar di sekolah, hal ini bisa mempengaruhi seluruh masa depanmu. Sukses di sekolah sangat penting bagi mereka yang ingin lebih cepat diterima di sekolah terbaik, mendapat pekerjaan terbaik, dan mengembangkan diri sebaik-baiknya. Untuk mulai mendapatkan nilai A, teruslah membaca!. [box style="0"] Bagian 1 dari 5: Menata Diri 1. Milikilah

Setiap pendidik ingin menciptakan lingkungan yang akan menumbuhkan kecintaan siswa kepada belajar. Karena kriteria yang tidak berwujud, sulit untuk mendefinisikan atau menentukan apa yang mereka butuhkan. Eduaksi memberikan 7 PRINSIP PENTING PEMBELAJARAN INOVATIF. Para peneliti di Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) meluncurkan Proyek Lingkungan Belajar Inovatif  untuk mengubah lensa akademik dan mengidentifikasi ciri-ciri yang menandai lingkungan belajar yang inovatif. Tujuan

Ini adalah penggalan dari buku yang saya tulis. Berbicara tentang Pendidikan Karakter dan Kurikulum Anak-anak mengembangkan karakter dengan mengamati dan mendengarkan orang lain dan kemudian mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari. Oleh karena itu, keluarga, sekolah dan masyarakat bersama-sama memiliki tanggung jawab untuk mengajar dan memberi tauladan yang baik. Program pendidikan karakter tergantung pada pendidik yang memiliki kapasitas untuk : model

Menurut Mayer dan Moreno (2003), prinsip-prinsip ini adalah praktek-praktek terbaik untuk mengurangi beban kognitif siswa - ketika tuntutan pengolahan melebihi kemampuan pemrosesan mereka. Dengan kata lain, strategi ini dapat digunakan ketika penggunaan kata-kata, gambar, dan media dalam pembelajatan online lebih merangsang dan menghambat pembelajaran. Menggunakan 12 Prinsip Mayer dalam Kelas, Apakah Anda mengajar TK atau di pendidikan tinggi, apakah di kelas fisik

Kita tahu bahwa Siswa sangat sadar ketika Guru memperlakukan mereka dengan rasa hormat maupun tidak. Jika Siswa terlibat dalam peningkatan rasa hormat maka akan mempengaruhi dalam proses hasil akademik yang baik. dan mempermudah proses interaksi pembelajaran antara Siswa dan Gguru.. Dan semestinya Siswa musti diberi suri tauladan agar rasa hormat mereka meningkat Namun ada tantangan ketika kita menerapkan rasa hormat kepada mereka tanpa