fbpx
GuruSiswaUtama

6 KETERAMPILAN UNTUK MENCIPTAKAN RASA HORMAT SISWA

Kita tahu bahwa Siswa sangat sadar ketika Guru memperlakukan mereka dengan rasa hormat maupun tidak. Jika Siswa terlibat dalam peningkatan rasa hormat maka akan mempengaruhi dalam proses hasil akademik yang baik. dan mempermudah proses interaksi pembelajaran antara Siswa dan Gguru.. Dan semestinya Siswa musti diberi suri tauladan agar rasa hormat mereka meningkat

Namun ada tantangan ketika kita menerapkan rasa hormat kepada mereka tanpa melihat pertumbuhan perkembangan perilaku mereka dan tanpa memahaminya. Eduaksi memberikan mencoba memberikan 6 keterampilan yang dapat membantu untuk menciptakan hubungan penuh rasa hormat diantara Siswa .  Namun demikian  guru memiliki tantangan yang harus dijalankan, yaitu Konsisten Dalam Penerapannya.

1. PAHAMI DAN HORMATI FUNGSI KEBIASAAN

Semua kebiasaan memiliki fungsi. Ketika kita mau mencoba mengamati dengan teliti, kita bisa mencari apa penyebab atau karena apa kebiasaan mereka muncul. Kembangkan rasa ingin tahu Anda terhadap sesuatu yang berhubungan dengan kebiasaan mereka dan sampaikan dalam pelajaran Anda dikelas, ini akan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Keingintahuan akan membuatnya merasa dihargai dan dimengerti, dan itu memberikan kesempatan untuk anda dalam menerapkan pembelajaran berbasis masalah.

2. CARI TAHU APAKAH MEREKA MEMILIKI KETERAMPILAN TERTENTU

Ada kalanya kita mungkin mengharapkan Siswa untuk menunjukkan keterampilan atau perilaku yang mereka miliki, dan anda mungkin juga keliru menganggap bahwa kemampuan itu ada dan mereka hanya tidak ingin menggunakannya. Demikian pula, jika Siswa memiliki keterampilan, ia mungkin tidak dapat menunjukkan keterampilannya secara konsisten. Ini yang disebut sebagai Kekurangtahuan Kemampuan dan dapat diatasi dengan cara pembelajaran yang mendemonstrasikan. Menggunakan alat penilaian yang sesuai atau konsultasi dengan disiplin untuk mencari tahu berbagai tingkat keterampilan akan membantu guru secara efektif dan dan menghormati apa yang Siswa miliki .

3. NILAI MOTIVASI: TAHU APAKAH TUJUAN ANDA SESUAI DENGAN TUJUAN MEREKA.

Persepsi bahwa Siswa adalah tidak termotivasi merupakan salah satu bentuk frustrasi kita ketika mencoba membantu mereka. Satu pertimbangan penting di sini adalah apakah Siswa termotivasi untuk melakukan apa yang ingin kita lakukan kepada mereka. Semua Siswa termotivasi. Kadang-kadang kita hanya perlu melihat sedikit lebih dalam untuk mencari tahu apa yang memotivasi mereka. Ketika guru menunjukkan minat dalam mencari tahu apa yang penting bagi Siswa , mencari berbagai sumber online, akan membantu guru dalam memberikan materi yang sesuai dengan mereka..

4. TEMUKAN SESUATU YANG POSITIF TENTANG SISWA.

Di tengah kemarahan dan frustrasi, sangat penting untuk menemukan sesuatu yang bisa kita nilai dalam diri setiap siswa. Ingat bahwa semua kualitas itu mirip dengan 2 sisi dalam mata uang, sehingga guru musti hati-hati tatkala menilai mereka secara negatif.. Sebab jika terjadi maka bukan tidak mungkin siswa yang rajin dan pandaipun akan kehilangan arah dan membenci kita. Ketika kita dapat mencerminkan kembali ke Siswa sesuatu yang bernilai yang kita lihat di dalamnya, mereka akan menyerap dan merasa dihormati.

5. KETAHUI DIRI ANDA SENDIRI.

Tanpa kesadaran diri, kita tidak bisa efektif meski kita berniat membantu. Kita perlu tahu jenis anak-anak yang mudah diatur, dan yang cenderung melawan. Kita hanya perlu memperlakukan mereka secara konsisten. Cara terbaik untuk menjaga keseimbangan ini adalah untuk mengetahui  diri sendiri terlebih dulu, cari dukungan dan bimbingan dari para senior dan rekan-rekan seperjuangan, dan gunakan teknik seperti kesadaran dan relaksasi untuk tetap seimbang dalam pikiran dan emosi.

6. CARI UMPAN BALIK

Jangan takut untuk meminta umpan balik dari para siswa Anda selama Anda melayani mereka. Untuk secara efektif memenuhi kebutuhan begitu banyak Siswa yang berbeda, kita harus selalu mencari dan menerima umpan balik mereka untuk membuat penyesuaian supaya hasil yang kita peroleh benar-benar produktif. Bila mungkin, minta umpan balik secara terbuka tentang sesuatu yang mereka tidak suka dari kita. Perlu diingat bahwa keterampilan komunikasi mereka masih berkembang, dan mereka mungkin tidak selalu seperti diplomatik atau sensitif seperti yang kita inginkan. Pertimbangkan kata-kata mereka, bimbing mereka tentang cara terbaik untuk berkomunikasi tanpa rasa khawatir dan tetap  menggunakan rasa hormatnya. Ketika dinyatakan dalam semangat hormat, secara efektif akan terlibat secara baik antara Siswa dan Guru dalam mencapai tujuan pembelajaran dan pertumbuhan.

Bagaimana Anda menunjukkan siswa Anda menghormati? Bagaimana mereka menunjukkan Anda menghormati? Silakan berbagi ide dan pengalaman di bagian komentar di bawah.

Dalam
Show More

Tulisan Terkait

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: