fbpx
Alat BantuGuruSekolahUtama

12 PRINSIP MENERAPKAN PEMBELAJARAN MULTIMEDIA DI KELAS

Menurut Mayer dan Moreno (2003), prinsip-prinsip ini adalah praktek-praktek terbaik untuk mengurangi beban kognitif siswa – ketika tuntutan pengolahan melebihi kemampuan pemrosesan mereka. Dengan kata lain, strategi ini dapat digunakan ketika penggunaan kata-kata, gambar, dan media dalam pembelajatan online lebih merangsang dan menghambat pembelajaran.

Menggunakan 12 Prinsip Mayer dalam Kelas,
Apakah Anda mengajar TK atau di pendidikan tinggi, apakah di kelas fisik atau pada platform online, maka penting untuk menerapkan 12 prinsip Mayer ketika bekerja di lingkungan belajar digital dengan siswa Anda.

Berikut adalah cara untuk menggunakan prinsip-prinsip ini di dalam kelas Anda:

1. Prinsip Koheren
Siswa belajar terbaik ketika kata-kata asing, gambar, dan media dieliminasi. Ketika membuat pembelajaran online atau presentasi, pastikan untuk membatasi layar Anda hanya dengan informasi penting saja.

2. Prinsip Sinyal
Menjaga siswa pada tugas dengan menyoroti informasi penting. Tambahkan isyarat visual seperti huruf tebal kata-kata peenting atau gambar bergerak.

3. Prinsip Redundansi
Prinsip ini mengacu pada sisi subtitel dan narasi suara teks. Praktik terbaik Mayer mencatat bahwa harus ada teks atau suara narasi untuk mencegah overload kognitif siswa. Namun, ketika bekerja dengan siswa yang memiliki kebutuhan khusus (seperti disleksia atau gangguan pengolahan sensorik), mungkin berguna untuk memasok teks dan narasi suara.

4. Prinsip Tata Ruang Persentuhan
Mayer mencatat bahwa siswa belajar terbaik ketika kata-kata dan gambar yang sesuai ditampilkan berdekatan satu sama lain di layar. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengarahkan perhatian mereka ke satu titik pusat fokus .

5. Prinsip Persentuhan Temporal
Prinsip ini secara langsung berhubungan dengan prinsip kedekatan spasial, tetapi mencatat bahwa saat menampilkan teks yang sesuai dan gambar, mereka harus disajikan pada saat yang sama daripada berturut-turut atau muncul berurut

6. Prinsip Segmentasi
Siswa belajar terbaik dengan langkah mereka sendiri. Prinsip ini berfokus pada gagasan bahwa pelajaran multimedia harus disajikan di bagian-pengguna daripada satu pelajaran srcara utuh. Khan Academy dan BrainPop melakukan pekerjaan yang sangat baik di prinsip ini, membuat konten multimedia yang memungkinkan siswa (dan guru) untuk bergerak melalui pelajaran dengan langkah mereka sendiri.

7. Prinsip Pra-Pelatihan
Pra-pelatihan adalah penting, baik di kelas dan pelajaran online, memberikan latihan kepada siswa dengan baik merupakan konten penyegaran cepat sebelum belajar dimulai atau melengkapi mereka dengan istilah inti pelajaran yang akan datang. Buat soal-soal pengantar atau kuis kecil.

8. Prinsip Modalitas
Seperti disebutkan sebelumnya, dalam rangka untuk membatasi kelebihan kognitif, siswa belajar lebih baik ketika disajikan dengan grafis dan narasi vs animasi dan teks pada layar. Animasi dengan teks pada layar lebih merangsang siswa dan menghambat retensi mereka. Sekali lagi, kurikulum BrainPop ini melakukan pekerjaan yang besar dalam mengorganisir multimedia mereka dengan cara yang membatasi stimulasi visual bagi siswa.

9. Prinsip Multimedia
Ini merupakan prinsip yang menyeluruh dan fokus untuk multimedia pembelajaran pada umumnya, menekankan bahwa siswa belajar lebih baik ketika disajikan dengan kata dan gambar secara bersamaan. Menyajikan kepada siswa dengan representasi visual dan berbasis teks dari konten memungkinkan Anda untuk mencapai semua gaya belajar.

10. Prinsip Personalisasi
Seperti semua pelajaran, informasi harus disampaikan kepada siswa dalam percakapan, sesuai dengan nada usia dan bahasanya.

11. Prinsip Suara
Prinsip suara Mayer juga berhubungan dengan nada narasi Anda dan menekankan pentingnya narator Anda yng asli sebagai suara manusia daripada robot otomatis. Merekam suara Anda sendiri bila memungkinkan, atau melihat ke dalam alam yang terdengar alami.

12. Prinsip Gambar
Sementara siswa Anda akan belajar lebih nyaman dengan suara manusia, ini tidak berarti bahwa Anda harus menyertakan wajah Anda sendiri atau orang lain di layar saat menceritakan. Ini tidak berlaku untuk kursus online yang memiliki instruksi sinkron dengan profesor.

Bagaimana Anda mengambil langkah-langkah untuk mengatur keberhasilan kelas Anda? Berbagi cerita Anda di komentar di bawah atau di Twitter dengan hashtag #eduaksiid.

Dalam
Show More

Tulisan Terkait

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: