fbpx
f

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore. Excepteur sint lorem cupidatat.

You may like:

Era kelas digital, robot pembantu dan ujian online, bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan dan bisa didapat pada era Pendidikan 4.0. Pendidikan 4.0 bisa dikatakan sebagai masa depan pendidikan - dan siap untuk mengubah bagaimana konsumsi informasi berubah secara dramatis, Pendidikan 4.0 dapat melengkapi fenomena penetrasi digital di kehidupan kita sehari-hari. Apakah Pengaruh penuh Digital? Dengan bantuan pendidikan 4.0, siswa akan dipersiapkan untuk

Sebelum membangun sebuah tim pemimpin sekolah yang visioner akan memiliki harapan dan mampu meramalkan trend yang akan terjadi didunia pendidikan di masa depan. Untuk itu pemimpin sekolah perlu menyusun langkah awal dengan mencari, mengumpulkan dan membuat review atas informasi yang ada. Kemudian dari informasi tersebut dibuatlah rencana dasar dengan mungundang atau mengajak hingga bagian terkecil di sekolah. Pada bagian sebelumnya sudah

Dissat seorang guru melibatkan peserta didik, mengembangkan kemampuan dan pemahaman, dan memperkuat identitas siswa, maka kita bisa menyebutnya sebagai "Guru Transformasional" --- profesional yang mengantar siswa dengan Sikap Disiplin Seorang Master sehingga anak-anak bisa melihat dunia dalam stereoscope. Tapi bagaimana mereka mempersiapkan? Apakah mereka hanya muncul dalam kelas dan secara spontan membuka hambatan secara mengagumkan? Tentu saja tidak. Di belakang layar, guru transformasional bekerja berdasar rencana kurikulum yang terlihat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyelesaikan revisi Kurikulum 2013 yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2016/2017. "Alhamdulillah revisi Kurikulum 2013 (K-13) sudah selesai. Sekarang mulai penerapan secara bertahap di sekolah-sekolah," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Sabtu (23/4). Ia mengatakan berbagai kekurangan dan kelucuan materi K-13 telah direvisi, sehingga menjadi kurikulum yang siap dilaksanakan. Pada

Selama beberapa tahun terakhir kita semua pernah melihat tren sekolah meminggirkan pendidikan seni dari kurikulum mereka. Musik, Lukis, Teater, dan banyak lagi. Tidak ada keraguan bahwa seni adalah hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Melihat mereka mulai mencelup kuas ke cat dan membuat gambar yang indah lalu mamajangnya dirumah adalah hal yang mengagumkan. Melalukan kegiatan dengan permainan adalah menggembirakan. Namun ternyata seni

Generasi Z, juga dikenal sebagai generasi Internet dan Digital Natives, adalah generasi yang tumbuh di mana akses internet selalu tersedia dan berlimpah. Anak hyper-connected dan tech-savvy ini mampu mengubah bagaimana cara pendidik merumuskan pelajaran dan berinteraksi dengan siswa. Banyak yang memprediksi bagaimana anak-anak diajarkan di semua tingkatan dengan membuat teknologi merupakan bagian integral dari semua studi kelas. Apakah Anda seorang

kali ini eduaksi membagikan buku gratis "SINEMATOGRAFI PELAJAR". Menemukan titik awal terbaik dalam buku ini bagi Guru. Buku ini dirancang untuk pembaca yang baru mengenal dasar produksi. Guru akan mendapatkan sebagian besar kandungan buku ini jika sudah terbiasa dengan kemampuan Produksi Film. Mempelajari Pembuatan Film bagi Sekolah yang tidak memiliki Jurusan Khusus Sinematografi sepertinya dapat membuat kesulitan bagi siswa, dan bahkan mungkin guru.

Memfasilitasi pembelajaran orang dewasa berbeda dengan anak-anak dan sangat sedikit dari kita pernah menyelenggarakan pelatihan eksplisit tentang area ini. Termasuk bagaimana menyampaikan kepada siswa tentang 2P (pengembangan profesional siswa) dimasa depan. Pengembangan Profesional Siswa adalah bagaimana membangun kapasitas siswa agar sadar dalam membuat pilihan yang positif dan akan mendorong Profesi kompetitif mereka dimasa depan. eduaksi mencoba berbagi 10 TIPS MENGANTAR PENGEMBANGAN PROFESIONAL SISWA.

Setiap pendidik ingin menciptakan lingkungan yang akan menumbuhkan kecintaan siswa kepada belajar. Karena kriteria yang tidak berwujud, sulit untuk mendefinisikan atau menentukan apa yang mereka butuhkan. Eduaksi memberikan 7 PRINSIP PENTING PEMBELAJARAN INOVATIF. Para peneliti di Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) meluncurkan Proyek Lingkungan Belajar Inovatif  untuk mengubah lensa akademik dan mengidentifikasi ciri-ciri yang menandai lingkungan belajar yang inovatif. Tujuan

Ini adalah penggalan dari buku yang saya tulis. Berbicara tentang Pendidikan Karakter dan Kurikulum Anak-anak mengembangkan karakter dengan mengamati dan mendengarkan orang lain dan kemudian mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari. Oleh karena itu, keluarga, sekolah dan masyarakat bersama-sama memiliki tanggung jawab untuk mengajar dan memberi tauladan yang baik. Program pendidikan karakter tergantung pada pendidik yang memiliki kapasitas untuk : model