fbpx
SekolahUtama

MEMBANGUN SEBUAH TIM DALAM SEKOLAH

Ini adalah penggalan tulisan dari buku yang saya tulis. Terdapat beberapa bagian dalam membangun sebuh tim disekolah. Bagian pertama adalah memulai tim.

MEMULAI TIM

Pernah dengar ada sekolah yang semakin berkurang muridnya, atau bahkan sampai sekolahnya ditutup? Kasus tersebut tetap saja ada hingga sekarang, kenapa? Terlepas apakah sistem pendidikan pemerintah berubah, atau pembiayaan sekolah yang semakin berat, berkurangnya jumlah siswa dalam satu sekolah atau bahkan hingga ditutupnya sekolah tersebut bersumber pada kurang bagusnya sebuah tim dibangun dalam sekolah tersebut. Jika anda mengikuti perkembangan bisnis dewasa ini maka anda akan menemui suatu iklim pengembangan bisnis yang unik. Pemain bisnis baru atau yang sekarang lebih dikenal dengan STARTUP melakukan proses pengembangan bisnisnya dengan merekrut tim yang handal. Sebagian besar CEO sekarang menghabiskan waktunya dengan merekrut dan mengelola karyawannya dibanding melakukan aktivitas lainnya. CEO dalam sekolah sama dengan Principal atau Kepala Sekolah. Posisi ini sangat penting, disamping kemampuan manajerial yang handal dibutuhkan keterampilan lain yang hebat.

Berikut saya ringkaskan tanggungjawab yang musti dimiliki oleh principal:
– Merancang dan mengkomunikasikan visi sekolah
– Merekrut anggota tim/unit
– Memotivsi guru, karyawan, siswa dan orang tua
– Meramalkan Trend Pendidikan
– Mengurai strategi program sekolah
– Membangung hubungan dengan sumber pendanaan
– Mengatur pembiayaan dan anggaran

Pada baris kedua ringkasan diatas saya meletakkan merekrut anggota tim/unit karena saya pandang sebagai hal yang penting. Perekrutan bukan hanya berarti mencari pegawai baru, namun bisa dari karyawan yang ada, kemudian melakukan pengembangan dan merekrut mereka untuk masuk dalam tim unit yang dibentuk. Principal mustinya sibuk mengembangkan sumberdaya didalam ketimbang sibuk melakukan kunjungan, mengikuti pertemuan pertemuan yang mustinya bisa didelegasikan sebagai bentuk pengkaderan, dan mendatangi seminar seminar. Namun lebih dari itu, meski hal tersebut diatas diperlukan juga, principal musti memiliki kemampuan time managent. Idealnya 75% waktu principal digunakan didalam sekolah untuk merekrut dan mengembangkan sumberdaya yang ada. Kebanyakan dari pengelola sekolag mengatakan bahwa guru dan karyawan adalah aset yang berharga, namun mereka tidak benar benar mengelolanya dengan baik.

Perbanyak waktu principal dalam mengembangkan sdm yang dimiliki, mematrikulasinya, menambah kemampuannan, lalu merekrutnya untuk mengisi jabatan dalam organisasi sekolah. Jangan pertaruhkan sekedar hubungn kedekatan principal dengan seseorang untuk mengisi posisi organisasi disekolah jika tidak ingin mengalami kemunduran secara bertahap. Sekolah tutup memang masih jauh, namun sekolah dijauhi calon pendaftar adalah proses kemunduran yang terstruktur yang mungkin tidak akan terata dalam waktu dekat.

Besar dan berkembangnya sebuah sekolah dapat dikategorikan dalam 3 hal menurut saya,

  1. By nasab,
  2. By nasib,
  3. By design.

By nasab adalah proses besarnya sekolah karena meneruskan warisan dari telah besarnya sekolah tersebut sebelumnya. Mungkin dari proses sebelumnya yang sudah baik, atau mungkin juga sekolah tersebut sudah terkenal dan besar sebelumnya sehingga pengelola sekolah tinggal meneruskan saja. By nasib adalah karena faktor nasib yang menguntungkan seprti srkolah tersebut adalah satu dari sedikit sekolah swasta disebuah daerah yang karena daya tampung sekolah negeri didaerah tersebut sudah terlampaui sehingga sisa dari yang tidak diterima terpaksa mendaftar disekolah tersebut atau karena didaerah tersebut terdapat komunitas tertentu saja sehingga sekolah itu bisa tetap memperoleh murid. Sedang yang ketiga By Desain, inilah yang mustinya dibutuhkan sekolah di masa sekarang. Besar karena memang dirancang untuk besar, bertahan karena memang dirancang untuk bertahan, dan berkualitas karena dirancang untuk berkualitas. Sekarang tinggal anda memetakan sendiri masuk kategori mana sekolah anda. Karena ini akan berakibat terhadap keberlangsungan sekolah dimasa depan juga kepada kualitas lulusan yang dihasilkan oleh sekolah anda tersebut.

Dalam
Show More

Tulisan Terkait

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: