fbpx
f

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore. Excepteur sint lorem cupidatat.

You may like:

Pedagogi ini sering dikenal disekolah dengan sebutan Outdoor Activity atau pembelajaran luar kelas. Nah sebaiknya kembali pada konteks yang sesuai yaitu Placed-Based Learning. Nah apa itu Placed-based Learning? Bagaimana Konsepnya? Bagaimana Penerapannya? Kurikulumnya?. Eduaksi akan membuat artikel bersambung yang mengupas pedagogi terbarukan ini. Dengan pedagogi ini memungkinkan sekolah lebih banyak lagi peluang berinovasi dalam pembelajaran. Pendidikan Berbasis Tempat [Placed-Based Learning] Pendidikan berbasis

Google Classroom diam-diam menjadi alat yang paling ampuh dalam teknologi pendidikan. Ini mungkin tidak memiliki daya tarik visual, atau kredibilitas siswa . Ini mungkin bukan pemikiran ke depan seperti yang kita inginkan di eduaksi ini, namun Google Classroom unggul dalam memberikan solusi untuk sejumlah guru yang memiliki beragam tingkat keahlian dan kenyamanan dengan teknologi pendidikan. Ini juga menggunakan kerangka akrab Google

Dissat seorang guru melibatkan peserta didik, mengembangkan kemampuan dan pemahaman, dan memperkuat identitas siswa, maka kita bisa menyebutnya sebagai "Guru Transformasional" --- profesional yang mengantar siswa dengan Sikap Disiplin Seorang Master sehingga anak-anak bisa melihat dunia dalam stereoscope. Tapi bagaimana mereka mempersiapkan? Apakah mereka hanya muncul dalam kelas dan secara spontan membuka hambatan secara mengagumkan? Tentu saja tidak. Di belakang layar, guru transformasional bekerja berdasar rencana kurikulum yang terlihat

Setiap individu memiliki kecenderungan yang berbeda-beda dalam merespons situasi belajar yang dialami. Hal ini memunculkan beberapa gaya belajar yang bervariasi dengan model model yang beragam pula. Hal ini terjadi karena potensi intelegensi individu yang berbeda antara satu dengan yang lain.

1. Myer-Briggs Type Indicator ( MBTI )

Model ini mengklasifikasikan pebelajar sesuai dengan skala yang berasal dari teori psikologis Carl Jung. Si belajar akan memperlihatkan kecenderungan :
  • Ekstravert (suka mencoba sesuatu ,memusatkan perhatiannya pada dunia luar) atau intropert (merenungkan sesuatu, memusatkan perhatian pada dunia ide batin )
  • Sensor (praktis, berorientasi pada sesuatu yang detail, memusatkan perhatian pada fakta dan prosedur) atau intuitor (imajinatif, berorientasi pada konsep, memusatkan perhatian pada makna dan kemungkinan.
  • Thinker (spektis, cenderung membuat keputusan berdasarkan logika dan kaidah) atau feeler (perasa), apresiatif (cenderung membuat keputusan berdasarkan pertimbangan pribadi dan humanistis)
  • Judger (menetapkan dan mengikuti agenda, mencoba meyelesaikan sesuatu meski dengan data yang tidak lengkap), atau perceiver (mudah beradaptasi dengan keadaan yang terus berubah, menolak untuk mengakhiri sesuatu sebelum mendapatkan data lebih banyak.