SEKOLAH PILIH KAMPUNG BESAR ATAU METROPOLIS

Pilih kampung besar atau metropolis – Dua hal itu saya dapatkan dari guru SMA (guswir.com) saya yg sekarang justru jadi rekan kerja. Usiapun nggak jadi halangan bagi beliau meski hampir 60 tahun namun pemikirannya tetap upto date bahkan nggak kalah dibandingkan generasi mudanya. Ini bicara tentang bagaimana sekolah berkembang dimasa depan. Kata beliau ada dua pilihan yang memungkinkan dikembangkan dan tentunya dengan resiko masing-masing. Yok kita lihat satu persatu.

KAMPUNG BESAR
Pilihan pertama ini beliau maksudkan fokus kepada jumlah siswa yang akan diterima dalam setiap tahun ajaran. Sesuai dengan namanya Kampung Besar maka fokusnya kepada semakin banyak siswa yang diterima dan tingkat stratanya dimasyarakat [semakin kaya semakin bagus 🙂 ]. Pilihan ini memungkinkan sekolah menambah pendapatan.yang luar biasa. Modal sekolah akan semakin besar dan sekolah berkemungkinan mengembangkan asetnya lebih besar. Ini adalah ciri khas sekolah-sekolah swasta kaya di kota besar. Dan jika sekolah berkomitmen hal ini menguntungkan sekolah dari sisi pendanaan dimasa depan dan ujungnya kesejahteraan meningkat.

Seperti halnya kampung besar maka jumlah manusianya yang besar, karena jumlah siswa yang dikelola banyak maka diperlukan usaha yang sangat keras dalam mengelolanya. Kampung besar juga memungkinkan pencitraan yang dibentuk secara khusus dapat terjadi. Ya.. seperti halnya perusahaan. Citra dapat dibeli di era camera branding ini. Semua dapat dibuat secara khusus dengan sengaja. Mulai kegiatan, juara tertentu, terobosan peristiwa dan lainnya. Bahkan ada beberapa sekolah high class sengaja menyewa jasa branding profesional untuk mengelola intensitas promosi dan menaikkan brand sekolahnya.

Mengelola sekolah kampung besar mungkin sedikit memiliki kesamaan dengan warung laris. Biasanya warung laris fokus kepada pembeli yang semakin banyak, cukup dengan rasa lumayan, pelayanan lumayan, dan harga lumayan maka pembeli cenderung datang kembali. Kadang warung laris ini melupakan kualitas layanannya ketika pembeli semakin membesar. Dan pembeli cukup dipuaskan dengan makan diwarung tersebut. Lalu apa yang didapat pembeli. Ya itulah uniknya masyarakat kita yang kadang melakukan sesuatu karena latah, karena melihat banyak yang menggunakan, karena meligat banyak yang datang dan ujungnya hanya asumsi yang bermain.

Dengan kecenderungan masyarakat yang latah sepertinya cocok memang mengembangkan sekolah dengan prinsip kampung besar ini. Cepat besar, dana mengalir deras dan tenar.

METROPOLIS
Ini ciri khas perkembangan kota yang modern membentuk komunitas-komunitas yang terarah dalam cluster-cluster tertentu. Ciri khas utama dari metropolis adalah orangnya yang terliha terorganisasi, sistemnya simpel dan menonjolkan kualitas. Bagi sekolah swasta ini berat dilakukan karena metropolis tidak fokus kepada jumlah banyaknya isi, tetapi kepada atmosphir lingkungan, sehingga jumlah siswa yang diterima tentunya jauh lebih kecil dibanding kampung besar. Jika berpikir tentang keuntungan juga tentunya blum bisa begitu  diharapkan dari sisi dunia sekolah. Bayangkan jika sekolah swasta besar dengan jumlah guru banyak. Maka biaya kelola yang dibutuhkan pun tentunya besar.

Metropolis memiliki daya pikat yang baik di era modern. Jumlah bukan masalah namun kuantitas yang ditonjolkan. Metroplois lebih fokus kepada perkembangan dan hasil dimasa depannya dari sisi kualitas. Sistemnya pun dibangun bertahap. Ini membutuhkan komitmen yang tinggi.

BAGAIMANA SEKOLAH ANDA?
Sekarang tinggal sekolah bagaimana menyikapinya. Dua pilihan tersebut sama beresikonya. Namun haruslah tetap fokus kepada tujuan pendidikan. Dan pendidikan bukanlah lahan kapitalis yang musti terus dipertahankan. Sekolah adalah tempat membentuk masyarakat madani. Produk sekolah hari ini sangat berpengaruh terhadap jalannya negara dimasa depan bahkan umat manusia secara keseluruhan. Mustinya sekolah lebih berani mengambil resiko minim dana dibandingkan resiko produk siswa yang dihasilkannya. Apalagi sekolah sekolah yabg disieikan oleh organisasi yang memang dari awal fokus untuk pendidikan.  Entah jika sekolah tersebut berdiri memang digunakan untuk bisnis dari awalnya.

Pengajar, Penulis, Konsultan Sekolah, Pemerhati Pendidikan, Sutradara, Desainer, Seniman, Aktif di PDM Surabaya & PWM Jatim