fbpx
f

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore. Excepteur sint lorem cupidatat.

You may like:

Media sosial adalah bagian yang semakin penting dalam kehidupan siswa. Menurut sebuah studi baru-baru ini oleh Common Sense Media, rata-rata remaja menghabiskan lebih dari satu jam sehari menggunakan media sosial , dan hanya 3 persen dari waktu remaja dan remaja yang online berfokus pada penciptaan vs konsumsi. Untuk menjadi warga digital sejati, siswa membutuhkan guru yang memodelkan penggunaan media sosial

Generasi Z, juga dikenal sebagai generasi Internet dan Digital Natives, adalah generasi yang tumbuh di mana akses internet selalu tersedia dan berlimpah. Anak hyper-connected dan tech-savvy ini mampu mengubah bagaimana cara pendidik merumuskan pelajaran dan berinteraksi dengan siswa. Banyak yang memprediksi bagaimana anak-anak diajarkan di semua tingkatan dengan membuat teknologi merupakan bagian integral dari semua studi kelas. Apakah Anda seorang

Setiap pendidik ingin menciptakan lingkungan yang akan menumbuhkan kecintaan siswa kepada belajar. Karena kriteria yang tidak berwujud, sulit untuk mendefinisikan atau menentukan apa yang mereka butuhkan. Eduaksi memberikan 7 PRINSIP PENTING PEMBELAJARAN INOVATIF. Para peneliti di Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) meluncurkan Proyek Lingkungan Belajar Inovatif  untuk mengubah lensa akademik dan mengidentifikasi ciri-ciri yang menandai lingkungan belajar yang inovatif. Tujuan

Ini adalah penggalan dari buku yang saya tulis. Berbicara tentang Pendidikan Karakter dan Kurikulum Anak-anak mengembangkan karakter dengan mengamati dan mendengarkan orang lain dan kemudian mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari. Oleh karena itu, keluarga, sekolah dan masyarakat bersama-sama memiliki tanggung jawab untuk mengajar dan memberi tauladan yang baik. Program pendidikan karakter tergantung pada pendidik yang memiliki kapasitas untuk : model

Kita tidak bisa mengandalkan program sekolah maupun pemerintah untuk menangani amasalah yang ada disekitar kita. Kita perlu menjadi masyarakat dalam menyelesaikan masalah-masalah disekitar kita. Saya percaya jawaban untuk transformasi pendidikan nyata, adalah koneksi komunitas masyarakat dan tindakan secara nyta. Ketika keluarga, kelompok masyarakat, bisnis dan sekolah bersama-sama untuk mendukung pembelajaran, maka anak muda akan mendapatkan yang lebih dari sekolah, dan menikmati pengalaman lebih baik. Kini

Program sekolah musti disesuaikan dengan informasi yang berhubungan bagaimana selayaknya sekolah di masa depan atau bagaimana belajar di masa depan dilakukan. Berikut adalah sumber daya informasi yang berhasil eduaksi rangkum, Informasi ini adalah ringkasan perubahan yang diperkirakan akan terjadi dalam dekade pendidikan berikutnya. 1. Pengembangan Sumber Daya dan Perangkat Pembelajaran Adaptif untuk seluruh pebelajar, bukan hanya sekedar kebutuhan khusus pebelajar. Belajar adaptif

Kita tahu bahwa Siswa sangat sadar ketika Guru memperlakukan mereka dengan rasa hormat maupun tidak. Jika Siswa terlibat dalam peningkatan rasa hormat maka akan mempengaruhi dalam proses hasil akademik yang baik. dan mempermudah proses interaksi pembelajaran antara Siswa dan Gguru.. Dan semestinya Siswa musti diberi suri tauladan agar rasa hormat mereka meningkat Namun ada tantangan ketika kita menerapkan rasa hormat kepada mereka tanpa

Sumber sumber rezeki dari Allah.    1. Taqwa (Mentaati perintah dan menjauhi larangan Nya).  “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan jadikan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertwakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi kebutuhannya”.(QS, 65 : 2-3).   2. Sholat Subuh, dan juga sholat lain. ”Barangsiapa yang melaksanakan sholat Subuh, maka ia berada

Anda tahu bahwa pembelajaran bukan hanya sekedar mengajar. Hal ini lebih penting daripada sebelumnya bahwa guru musti membantu siswa dalam CARA untuk belajar. Keterampilan yang mempersiapkan siswa untuk karirnya di abad ke-21 melibatkan lebih dari sekedar menghafal; berpikir kritis, kolaborasi dan pemecahan masalah adalah kuncinya. Cara untuk membantu siswa memperoleh keterampilan tersebut adalah dengan menciptakan pelajaran yang memungkinkan siswa belajar aktif

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) pada tahun 2015 akan menyelenggarakan kegiatan Simposium Guru dan Tenaga kependidikan Tingkat Nasional pada tanggal 24-25 November 2015, di Istora senayan Jakarta. Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat nasional merupakan wahana yang berguna untuk menuangkan ide, gagasan dan mencari pemecahan isu atau permasalahan strategis tentang pendidikan dengan melibatkan unsur pakar perguruan tinggi,