fbpx
f

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore. Excepteur sint lorem cupidatat.

You may like:

Generasi Z, juga dikenal sebagai generasi Internet dan Digital Natives, adalah generasi yang tumbuh di mana akses internet selalu tersedia dan berlimpah. Anak hyper-connected dan tech-savvy ini mampu mengubah bagaimana cara pendidik merumuskan pelajaran dan berinteraksi dengan siswa. Banyak yang memprediksi bagaimana anak-anak diajarkan di semua tingkatan dengan membuat teknologi merupakan bagian integral dari semua studi kelas. Apakah Anda seorang

kali ini eduaksi membagikan buku gratis "SINEMATOGRAFI PELAJAR". Menemukan titik awal terbaik dalam buku ini bagi Guru. Buku ini dirancang untuk pembaca yang baru mengenal dasar produksi. Guru akan mendapatkan sebagian besar kandungan buku ini jika sudah terbiasa dengan kemampuan Produksi Film. Mempelajari Pembuatan Film bagi Sekolah yang tidak memiliki Jurusan Khusus Sinematografi sepertinya dapat membuat kesulitan bagi siswa, dan bahkan mungkin guru.

Nilai bagus tidak lagi hanya bisa didapatkan oleh kutu buku. Jika kamu tidak serius belajar di sekolah, hal ini bisa mempengaruhi seluruh masa depanmu. Sukses di sekolah sangat penting bagi mereka yang ingin lebih cepat diterima di sekolah terbaik, mendapat pekerjaan terbaik, dan mengembangkan diri sebaik-baiknya. Untuk mulai mendapatkan nilai A, teruslah membaca!. [box style="0"] Bagian 1 dari 5: Menata Diri 1. Milikilah

Memfasilitasi pembelajaran orang dewasa berbeda dengan anak-anak dan sangat sedikit dari kita pernah menyelenggarakan pelatihan eksplisit tentang area ini. Termasuk bagaimana menyampaikan kepada siswa tentang 2P (pengembangan profesional siswa) dimasa depan. Pengembangan Profesional Siswa adalah bagaimana membangun kapasitas siswa agar sadar dalam membuat pilihan yang positif dan akan mendorong Profesi kompetitif mereka dimasa depan. eduaksi mencoba berbagi 10 TIPS MENGANTAR PENGEMBANGAN PROFESIONAL SISWA.

Menurut Mayer dan Moreno (2003), prinsip-prinsip ini adalah praktek-praktek terbaik untuk mengurangi beban kognitif siswa - ketika tuntutan pengolahan melebihi kemampuan pemrosesan mereka. Dengan kata lain, strategi ini dapat digunakan ketika penggunaan kata-kata, gambar, dan media dalam pembelajatan online lebih merangsang dan menghambat pembelajaran. Menggunakan 12 Prinsip Mayer dalam Kelas, Apakah Anda mengajar TK atau di pendidikan tinggi, apakah di kelas fisik

Kita tahu bahwa Siswa sangat sadar ketika Guru memperlakukan mereka dengan rasa hormat maupun tidak. Jika Siswa terlibat dalam peningkatan rasa hormat maka akan mempengaruhi dalam proses hasil akademik yang baik. dan mempermudah proses interaksi pembelajaran antara Siswa dan Gguru.. Dan semestinya Siswa musti diberi suri tauladan agar rasa hormat mereka meningkat Namun ada tantangan ketika kita menerapkan rasa hormat kepada mereka tanpa

Yang pertama dan paling dasar kewajiban seorang guru adalah untuk melihat keindahan yang ada dalam setiap siswa. Setiap anak adalah berharga. Ketika kita mulai dari titik pandang ini, manajemen kelas - dan sisi lain nya, keterlibatan siswa - akan datang lebih mudah. Ini merupakan perkembangan dari siswa bahwa mereka merasa dicintai dan dihormati. Eduaksi memberikan 7 tips menjadikan pengelolaan kelas lebih baik,

Ada informasi yang eduaksi.com adopsi dari Scot Blanchard dan Madelileine Homan pendiri coaching.com jalam bukunya ‘Coaching Secrets of the Top Executive’. Terdapat Tujuh titik peningkatan yang memiliki manfaat konsisten dalam meningkatkan diri. Jika sekolah menggunakan dua atau tiga bagian sekolah memiliki peluang dalam meningkatkan kualitas pengembangan secara drastis. Ketujuh titik itu sebagai berikut: 1. Kuasai Lingkungan Setiap orang yang berada di sekolah

Beberapa hari lalu saya menghabiskan weekend di sebuah kota yang tenang, tempat pembuangan Bung Karno: Ende. Di situ saya diundang para alumnus sebuah sekolah yang meng hasilkan lulusan-lulusan hebat yang kini tersebar di berbagai profesi. Namanya Syuradikara yang didirikan 60 tahun lalu oleh para misionaris Katolik yang dalam bahasa Sansekerta berarti: Pencipta Pahlawan Utama. Dari pulau terluar Indonesia itu, saya terkejut

Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gage, Berliner, 1984: 252) Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat. Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik, meliputi: (1) Reinforcement and Punishment; (2) Primary and Secondary Reinforcement; (3) Schedules of Reinforcement; (4) Contingency Management; (5) Stimulus Control in Operant Learning; (6) The Elimination of Responses (Gage, Berliner, 1984). Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike,Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran.