fbpx

Saat pergantian kepemimpinan disekolah selalu muncul semangat baru yang membara. Semangat yang timbul karena ada harapan baru dan terjadinya perubahan. Semangat bekerja dalam berinovasi itu seperti saat kita memegang rezeki dan ingin menggunakannya sehingga aliran dalam darah seolah dipacu lebih kencang, mata berbinar dan tenaga serasa selalu full.

Masih terbilang muda saat itu yang menggantikan pemimpin sekolah. Dia mencetuskan ide kekinian dalam manajemen dengan membudayakan skala prioritas dan quantum learning. Saya sama sekali tidak memiliki fikiran jika ini hanya cetusan ide spontan. Ini pasti sudah lama ada dalam benak kepsek baru itu. Dengan sigap dia memimpin sendiri para guru dan karyawannya. Memaparkan fungsi manajemen dan mengajari membuat urutan program dan memilihnya menjadi mana yang prioritas. Ini pengalaman baru bagi saya meskipun sebelumnya sudah pernah mempelajarinya lewat buku. Dan alhasil dalam waktu singkat sudah tertuang dalam bundel kumpulan program kerja berdasar skala prioritas. Hmm saya sangat bersemangat sebab bisa melihat bagaimana akhir dari semua ini yang pasti akan mengalami kemajuan pesat.

Diwaktu lain principal baru itu mengundang narasumber dan mengenalkan kepada para guru tentang quantum learning yang bagi saya sebenarnya sudah tidak asing karena jauh sebelumnya saya telah banyak baca literaturnya. Namun menjadi hal baru di sekolah ini karena memang baru dikenalkan apalagi sekolah-sekolah lain juga belum ada yang menerapkannya secara serius. Darah semua pengajar serasa dipompa, terpacu dan dalam waktu singkat guru-guru terbiasa mengajar dengan santai dan menyenangkan. Murid pun enjoy dan pembelajaran berlangsung dengan nikmat seperti tidak ada beban bagi siswa. Saya sendiri langsung berinovasi dengan menelurkan materi-materi pelajaran baru dibidang TIK dengan mengenalkan desain grafis, desain website, dan animasi yang diluar sana belum ada sekolah lain yang melakukannya. Hingga pengalaman pengajaran saya juga memperoleh penghargaan dari Yayasan Pendanaan Citi Bank International beberapa kali selama 4 tahun berturut-turut, disamping penghargaan dari lembaga penaung sekolah sendiri.

Itu terjadi 17 tahun yang lalu. Dan kini secara konsep semestinya sudah ada pembaruan atau pencerahan yang lebih mengikuti kekinian atau bahkan lebih kemasadepanan. Yang terjadi justru saya belum menemukan perubahan dalam konsep pembelajaran yang hari ini bila kita melihat masih menggunakan cara-cara lama meski kita sering diberi sosialisai perubahan dari pemerintah. Yang tampak adalah perubahan-perubahan dalam skala administrasi, dan sejatinya belum menangkap esensi harapan dari pemerintah sendiri. Kita sering terjebak dalam lubang format penyusunan administrasi mulai dari silabus, rpp, jurnal, penilaian dan lainnya itupun juga jarang pernah tuntas.

Tapi saya tetap optimis dan terus mengikuti perkembangan konsep pendidikan dunia, yang seperti hari ini pemerintah baru mensosialisasikan pendidikan karakter dan saya telah mempresentasikan sejak 2011 bahkan membukukannya dan bukunya dipegang oleh beberapa guru dan sebagian pemegang buku itu kini menjadi pemimpin sekolah. Itu sebetulnya bukan hal baru karena konsep pendidikan karakter disekolah-sekolah dunia maju sudah diperkenalkan 25 tahun lalu. Saya mempelajarinya 20 tahun yang lalu, dan saya yakin pemerintah jauh lebih dulu mempelajarinya. So jadi sekarang adalah siapa yang lebih dulu memperoleh informasi, mempelajarinya, menyaringnya dan menerapkannya maka dialah yang disebut berkemajuan seperti semboyan yang sangat akrab ditelinga kita “BERKEMAJUAN”.

%d blogger menyukai ini: