fbpx
BlogFeaturedPembelajaran OnlinePengembangan Guru

5 Strategi Mengajar dari Pengajar Online Terbaik

Dua Bulan terakhir sejak krisis covid-19 tiba-tiba membawa perubahan besar dari ruang kelas ke Pembelajaran online. Guru berusaha menyesuaikan instruksi mereka dengan cepat, dan banyak yang melakukan pengajaran jarak jauh untuk pertama kalinya. Pengalaman itu penting, dan itu bisa membuat frustrasi, kami mencoba membantu stradtegi pilihan dalam embelajaran online.

Eduaksi menyusun sumber strategi dari pengalaman pembelajaran Online Lterbaik dari pengajar-pengajar online pilihan. Nah simak lima wawasan strategi pendekatan pembelajaran online terbaik.

1. MATERI OTENTIK DAN RELEVAN

Ada banyak konten daring untuk ditautkan dan direferensikan, tetapi memasukkan materi primer yang otentik adalah cara yang bagus untuk belajar. Sumber otentik, contoh nyata, dan kasus yang diambil dari sejarah kita atau yang terjadi di dunia memberikan konteks yang kaya dan nuansa yang kurang dimiliki oleh rancangan hipotetis atau contoh buatan.

Meminta siswa untuk menganalisis dan menafsirkan materi utama dan konten yang tepat waktu dapat meningkatkan pemikiran kritis dan keterlibatan mereka.  Berikut beberapa contoh:

  • “Potongan rekaman dari acara radio ditayangkan setiap minggu yang terkait dengan topik pelajaran, dan siswa  diminta untuk berdiskusi di forum online.” Seorang guru sejarah, misalnya, guru dapat membagikan daftar 10 siaran Radio Sejarah Teratas .
  • “Video dari ruang sidang dan rekaman wawancara dengan jaksa tentang aspek-aspek spesifik dari kasus hukum.” Siswa dapat mendengarkan argumen langsung dalam banyak kasus dari jaksa
  • “Podcast yang direkam dengan para ahli tentang topik pelajaran untuk memodelkan pemikiran mereka dan memberikan materi otentik kepada siswa.” Podcast yang mewawancarai para pakar sains, seperti podcast sain the conversation ini

2. BERBAGAI SUMBER DAYA MULTIMEDIA

Berbicara tentang media eksternal, juga penting untuk menyediakan materi dalam berbagai format. Menyediakan video, audio, membaca, dan konten interaktif dapat membuat pelajaran lebih menarik. Ini juga meningkatkan aksesibilitas pelajaran : Siswa yang mungkin kesulitan dengan media tertentu — siswa dengan keterbatasan membaca seperti disleksia atau penghalang video seperti masalah pendengaran atau perhatian — berada pada posisi yang kurang menguntungkan jika media itu adalah satu-satunya cara untuk terlibat dengan materi.

Mungkin berikut beberapa contoh yang baik dari pendekatan media campuran:

  • Buatlah siaran radio, klip koran, dan peta interaktif untuk siswa dalam pelajaran sejarah. Siswa kemudian dapat mengidentifikasi tema yang ada di seluruh materi.
  • Mintalah siswa untuk menulis ringkasan tema dalam sebuah literatur berdasarkan kutipan dari buku, wawancara TV yang diberikan penulis pada buku itu, dan serangkaian komik web atau cetak yang merujuk pada buku.

3. PEMBUATAN KONTEN OLEH SISWA — SECARA INDIVIDUAL DAN KOLABORATIF

Siswa dapat menunjukkan keterlibatan mereka dengan materi pengajaran yang kaya yang dijelaskan di atas dengan menciptakan produk yang kaya juga. Hal-hal yang siswa ciptakan harus mencakup peluang untuk bekerja bersama dan mengekspresikan diri secara individu. Berikut ada beberapa contoh:

  • “Siswa membuat cerita digital menggunakan teknologi seperti Photo Story atau PowerPoint setelah memilih topik pilihan mereka yang terkait dengan keahlian subjek mereka dan yang menghubungkan isi pelajaran dengan kehidupan mereka.”
  • “Siswa diminta untuk membaca artikel atau teks kritis dan membuat presentasi pendek (2-3 menit) sebagai podcast.” Berikut informasi tentang membantu siswa membuat podcast .
    “Siswa memiliki debat online tentang manfaat dan kelemahan” dari suatu topik pelajaran. Debat dapat disinkronkan (menggunakan Zoom atau perangkat lunak konferensi video lainnya) atau asinkron (menggunakan VoiceThread atau bahkan hanya papan diskusi).

4. REFLEKSI SISWA TENTANG PEMBELAJARAN

Refleksi dan metakognisi sangat penting untuk belajar di lingkungan mana pun, dan dalam suasana online, guru harus sengaja membantu siswa berpikir. Para penulis penelitian menekankan bahwa kegiatan refleksi guru mereka melampaui menilai pemahaman — kegiatan seperti kuis, posting diskusi, podcast, dan makalah dengan hasil diskusi untuk membantu siswa merefleksikan pembelajaran mereka.

5. PENJELASAN TUJUAN

Siswa juga harus melihat ke depan untuk memahami bagaimana pekerjaan mereka yang akan datang akan dibangun berdasarkan apa yang telah mereka lakukan. Guru mungkin tidak ingin membagikan semua perincian rencana pelajaran mereka, tetapi setiap siswa harus memiliki perasaan tentang bagaimana mereka berusaha untuk tumbuh. Keterkaitan materi pelajaran dapat hilang dalam format online, sehingga koneksi antara aktivitas harus dinyatakan (dan disajikan kembali) sehingga siswa dapat melihat bagaimana mereka semua dalam satu tujuan bersama

Dalam
Show More

Tulisan Terkait

Back to top button
Close
Close
%d blogger menyukai ini: