fbpx
f

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore. Excepteur sint lorem cupidatat.

You may like:

Generasi Z, Generasi Internet, ini adalah beberapa nama-nama yang digunakan untuk menggambarkan anak yang lahir antara tahun 1990-2010. Mereka tumbuh dengan komputer dan internet, serta mereka nyaman dengan semua jenis teknologi. Kebanyakan dari mereka menjalankan kehidupan sosial melalui Gadget dan media sosial, serta menghabiskan lebih banyak waktu menonton YouTube dibanding chanel televisi. Generasi tertua dari Gen Z saat ini sudah berada

Halaman Google hari ini (13/5), menampilkan seorang lelaki berkacamata yang tengah bermain angklung dengan 2 anak kecil. Ya, sosok lelaki itu adalah Daeng Soetigna. Dia adalah salah satu seniman hebat asal Indonesia. Namanya menjadi terkenal setelah dia berhasil menciptakan angklung diatonis. Berkat karyanya inilah, Daeng berhasil mendobrak tradisi musik Tanah Air. Dengan alat musik tradisional Indonesia, dia mampu memainkan musik-musik kelas internasional.

Setiap individu memiliki kecenderungan yang berbeda-beda dalam merespons situasi belajar yang dialami. Hal ini memunculkan beberapa gaya belajar yang bervariasi dengan model model yang beragam pula. Hal ini terjadi karena potensi intelegensi individu yang berbeda antara satu dengan yang lain.

1. Myer-Briggs Type Indicator ( MBTI )

Model ini mengklasifikasikan pebelajar sesuai dengan skala yang berasal dari teori psikologis Carl Jung. Si belajar akan memperlihatkan kecenderungan :
  • Ekstravert (suka mencoba sesuatu ,memusatkan perhatiannya pada dunia luar) atau intropert (merenungkan sesuatu, memusatkan perhatian pada dunia ide batin )
  • Sensor (praktis, berorientasi pada sesuatu yang detail, memusatkan perhatian pada fakta dan prosedur) atau intuitor (imajinatif, berorientasi pada konsep, memusatkan perhatian pada makna dan kemungkinan.
  • Thinker (spektis, cenderung membuat keputusan berdasarkan logika dan kaidah) atau feeler (perasa), apresiatif (cenderung membuat keputusan berdasarkan pertimbangan pribadi dan humanistis)
  • Judger (menetapkan dan mengikuti agenda, mencoba meyelesaikan sesuatu meski dengan data yang tidak lengkap), atau perceiver (mudah beradaptasi dengan keadaan yang terus berubah, menolak untuk mengakhiri sesuatu sebelum mendapatkan data lebih banyak.